Cimahi, Jawa Barat – Persoalan banjir di Kota Cimahi masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum tuntas hingga kini. Meski berbagai upaya telah dilakukan, namun jalan menuju pengentasan banjir rupanya tidak mudah. Pemerintah Kota Cimahi dihadapkan pada dua tantangan utama: besarnya kebutuhan anggaran dan panjangnya waktu penyelesaian.
Banjir di Cimahi bukan hanya peristiwa musiman. Sejumlah titik rawan, seperti Leuwigajah, Citeureup, dan Cibeber, hampir setiap tahun mengalami genangan, terutama saat hujan deras melanda. Kondisi geografis yang cekung serta buruknya sistem drainase menjadi pemicu utama.
Butuh Anggaran Jumbo
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menjelaskan bahwa solusi banjir membutuhkan pembenahan menyeluruh, mulai dari pelebaran drainase, pembangunan kolam retensi, hingga normalisasi sungai. Total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah.
“Kami tidak bisa mengandalkan APBD murni, karena kebutuhan sangat besar. Harus ada bantuan dari pemerintah provinsi maupun pusat,” ujarnya dalam rapat koordinasi terakhir bersama DPRD Kota Cimahi.
Sebagian proyek telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), namun realisasi terganjal keterbatasan fiskal daerah. Bahkan, beberapa usulan proyek strategis masih menunggu persetujuan dan pendanaan dari Kementerian PUPR.

Tidak Bisa Instan: Butuh Waktu dan Tahapan
Bukan hanya soal dana, waktu juga menjadi faktor penghambat. Penanganan banjir tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Wali kota menyebutkan bahwa proyek pengendalian banjir harus dikerjakan bertahap dan membutuhkan waktu beberapa tahun ke depan.
“Bukan seperti membalik telapak tangan. Ini butuh perencanaan matang, pembebasan lahan, juga partisipasi masyarakat,” imbuhnya.
Proyek seperti pembangunan kolam retensi di Citeureup, misalnya, memerlukan waktu hingga 2–3 tahun untuk rampung, belum termasuk proses administrasi, AMDAL, dan tender proyek.
Peran Masyarakat Juga Krusial
Di balik rencana besar pemerintah, keterlibatan masyarakat tak kalah penting. Sampah yang menyumbat saluran air masih menjadi penyebab utama banjir di beberapa titik.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi menegaskan, kesadaran warga dalam membuang sampah pada tempatnya dan menjaga saluran air sangat menentukan efektivitas program pengendalian banjir.
Harapan ke Depan
Meski tantangan besar masih terbentang, Pemkot Cimahi optimistis persoalan banjir dapat diatasi secara bertahap dengan sinergi berbagai pihak.
“Kami tidak tinggal diam. Tapi kami juga minta masyarakat bersabar dan mendukung penuh langkah-langkah yang sedang disusun,” tutup Wali Kota.
Kesimpulan:
Pengentasan banjir di Kota Cimahi bukan perkara mudah. Jalan yang dilalui masih panjang, dengan kebutuhan anggaran yang besar dan waktu pelaksanaan yang tak sebentar. Namun dengan komitmen pemerintah, dukungan anggaran dari pusat, dan kesadaran warga, harapan terbebas dari banjir bukanlah mimpi kosong.







