Cimahi – Warga Kota Cimahi kini dihadapkan pada persoalan serius: krisis lahan pemakaman. Keterbatasan lahan yang tersedia membuat pemerintah dan masyarakat harus memikirkan solusi jangka panjang agar kebutuhan tempat peristirahatan terakhir ini tetap terpenuhi di masa mendatang.
Kondisi ini mencuat setelah beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Cimahi dilaporkan hampir penuh, bahkan di beberapa titik sudah tidak menerima makam baru.
Kondisi TPU Memprihatinkan
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Cimahi, Budi Santoso, menjelaskan bahwa sebagian besar TPU yang ada saat ini sudah terpakai lebih dari 90%.
“Di Cimahi, lahan pemakaman sangat terbatas. Rata-rata tinggal tersisa beberapa petak saja di tiap TPU. Kalau tidak ada penambahan lahan, dalam waktu dekat bisa penuh,” ungkap Budi, Selasa (12/8/2025).
Data Disperkim mencatat, Kota Cimahi hanya memiliki lima TPU aktif dengan total luas kurang dari 8 hektare. Pertambahan jumlah penduduk setiap tahun tidak diimbangi dengan pembukaan lahan pemakaman baru.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/05/28/98ef5ad2-2aef-428b-bf91-61aab9d430aa_jpg.jpg)
Baca juga: Urai Kemacetan, Pembangunan Bunderan Pemkot Cimahi Terus Berjalan
Warga Mulai Sulit Mendapatkan Makam
Beberapa warga mengaku harus mencari lahan pemakaman di luar wilayah Cimahi, seperti Bandung atau Kabupaten Bandung Barat.
Euis, warga Cimahi Selatan, mengatakan keluarganya baru-baru ini memakamkan kerabat di daerah tetangga karena TPU terdekat sudah penuh.
“Sedih sekali, seharusnya dimakamkan di dekat rumah supaya mudah diziarahi, tapi ternyata sudah tidak ada lahan,” ujarnya.
Pemerintah Cari Solusi
Pemerintah Kota Cimahi tengah mengkaji beberapa alternatif, di antaranya:
-
Membuka lahan pemakaman baru melalui pembebasan lahan
-
Menerapkan sistem tumpang atau pemakaman vertikal
-
Memperluas kerja sama dengan daerah sekitar
Budi menambahkan, pembebasan lahan menjadi tantangan tersendiri karena harga tanah di Cimahi tergolong tinggi dan ketersediaannya semakin langka.
Perlu Kesadaran dan Partisipasi Warga
Selain langkah pemerintah, sejumlah tokoh masyarakat menilai perlu ada edukasi soal penggunaan lahan secara efisien dan pemilihan alternatif seperti kremasi atau pemakaman ramah lingkungan.
Ahmad Fauzi, pemerhati tata ruang, menyebut bahwa pola pemakaman vertikal seperti di beberapa kota besar di Indonesia bisa menjadi pilihan realistis.
“Kalau mau bertahan, Cimahi perlu berani menerapkan model pemakaman modern yang hemat lahan,” kata Ahmad.
Dampak Sosial dan Budaya
Krisis lahan pemakaman bukan hanya soal teknis, tapi juga menyentuh aspek sosial dan budaya. Bagi sebagian besar masyarakat Cimahi yang memegang tradisi ziarah kubur, jarak makam yang jauh dari rumah dapat mengurangi intensitas silaturahmi dengan almarhum.
Pemerintah Kota Cimahi berharap dengan koordinasi lintas sektor, masalah ini bisa segera diatasi sebelum benar-benar menjadi krisis besar.







