Shoppe Mall Shoppe Mall Shoppe Mall
Berita  

Hasil Tes Kesehatan Mata Buruk, Siswa SMP di Cimahi Dilarang Bawa HP

Shoppe Mall

Cimahi – Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Pendidikan mengambil langkah tegas dengan melarang siswa SMP membawa telepon genggam (HP) ke sekolah. Kebijakan ini diberlakukan setelah hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan tingginya angka gangguan mata pada pelajar akibat penggunaan gawai yang berlebihan.

Latar Belakang Kebijakan

Larangan membawa HP ini bermula dari kegiatan tes kesehatan mata massal yang dilakukan di sejumlah SMP di Cimahi. Hasilnya cukup mengkhawatirkan: banyak siswa mengalami penurunan kualitas penglihatan, terutama rabun jauh (miopia), yang diduga kuat dipicu oleh intensitas penggunaan HP dan gawai lain di luar jam belajar.

Shoppe Mall

“Kami menemukan lebih dari 30 persen siswa SMP mengalami keluhan mata, mulai dari minus ringan hingga sedang. Rata-rata mereka mengaku sering menggunakan HP lebih dari lima jam sehari,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Rini Wulandari, Jumat (22/8/2025).

Aturan dan Mekanisme Larangan

Dalam kebijakan terbaru, siswa SMP tidak diperkenankan membawa HP ke sekolah kecuali ada alasan darurat yang disertai izin dari pihak sekolah. Komunikasi dengan orang tua akan difasilitasi melalui nomor resmi sekolah.

“Sekolah akan menyiapkan ruang layanan komunikasi. Jadi orang tua tetap bisa menghubungi anaknya lewat pihak sekolah jika ada keperluan mendesak,” jelas Rini.

Selain itu, pihak sekolah diminta menyediakan kegiatan alternatif seperti membaca, olahraga, dan seni budaya untuk mengalihkan ketergantungan siswa terhadap gawai.

Siswa SMP
Siswa SMP

Baca juga: Menakar Potensi Dampak Guncangan Gempa Sesar Lembang di Bandung Raya

Reaksi Orang Tua dan Guru

Kebijakan ini menuai beragam tanggapan dari orang tua siswa. Sebagian mendukung karena dianggap sebagai langkah positif untuk melindungi kesehatan anak, sementara yang lain khawatir akan kesulitan berkomunikasi.

“Saya mendukung aturan ini karena anak saya memang sudah kecanduan HP. Mudah-mudahan dengan larangan ini fokus belajar jadi lebih baik,” ujar Dedi, orang tua siswa SMP Negeri di Cimahi.

Namun, ada juga yang menganggap larangan ini harus disertai pengawasan di rumah, karena penggunaan gawai tetap bisa berlangsung berjam-jam setelah pulang sekolah.

Dampak terhadap Proses Belajar

Guru menilai larangan membawa HP bisa meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Selama ini, banyak kasus siswa yang diam-diam membuka HP di kelas saat pelajaran berlangsung.

“Kami sudah sering menegur siswa yang asyik bermain game online di kelas. Dengan adanya larangan, suasana belajar bisa lebih kondusif,” ujar Nurhayati, guru Bahasa Indonesia di salah satu SMP Negeri Cimahi.

Meski demikian, guru juga berharap ada program pendampingan agar siswa tetap bisa menggunakan teknologi digital secara sehat dan produktif di luar sekolah.

Imbauan Tenaga Kesehatan

Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau agar siswa membatasi penggunaan HP maksimal dua jam sehari di luar kebutuhan belajar. Selain itu, orang tua diminta mendorong anak untuk melakukan aktivitas luar ruangan yang lebih banyak, karena paparan cahaya alami dapat membantu menjaga kesehatan mata.

“Pencegahan jauh lebih baik. Kalau sejak SMP sudah minus cukup tinggi, maka beban kesehatan anak akan semakin berat di masa depan,” jelas dr. Sari Utami, dokter mata yang terlibat dalam pemeriksaan kesehatan pelajar.

Penutup

Kebijakan larangan membawa HP ke sekolah bagi siswa SMP di Cimahi menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan mata generasi muda.

Shoppe Mall