Cimahi – Pasar Seni ITB 2025 Siapkan Pengelolaan 38 Ton Sampah Selama Acara Berlangsung. Berdasarkan temuan Pemerintah Kota Bandung pada Mei 2025, volume sampah harian mencapai lebih dari 1.600 ton.
Wakil Ketua Pelaksana Pasar Seni, Achmad Moersyid Soejiwo menyebutkan, besarnya beban tersebut, membuat Pasar Seni ITB 2025 menerapkan sistem pengelolaan sampah yang terencana selama penyelenggaraan acara, mulai dari pemilahan di sumber hingga pengurangan timbulan.
“Hal ini dilakukan agar kegiatan ini tidak menambah tekanan pada sistem persampahan kota dan tetap sejalan dengan semangat keberlanjutan yang diusung,” kata Achmad di Gedung IRO ITB, Jumat (17/10/2025).
Achmad menjelaskan bahwa Pasar Seni ITB 2025 memperkirakan akan ada 38 ton sampah yang dihasilkan selama dua hari penyelenggaraan acara. Oleh sebab itu, Pasar Seni ITB bekerjasama dengan Jubelo sebagai mitra pengelolaan sampah saat puncak acara pada 19 Oktober 2025.
Tidak hanya berupaya mengatur pengelolaan sampah, juga berkolaborasi dengan Wahu Waste Hubs dan Noovoleum dalam menghadirkan edukasi dan aktivasi berkelanjutan di venue. Achmad menjelaskan Wahu Waste Hubs akan hadir di tenant Komunitas Sarang Sua dengan aktivitas penukaran sampah plastik.
“Pengunjung yang membawa minimal satu sampah plastik dapat menukarkannya untuk kesempatan bermain di spinning wheel, dengan hadiah menarik seperti keychain dari material plastik daur ulang,” kata Achmad.
Selain itu, Wahu Waste Hubs juga menyediakan enam plastic collecting bin yang tersebar di area acara, termasuk satu di booth mereka. “Seluruh plastik yang terkumpul nantinya akan ditransfer ke Hub Wahu Waste Hubs untuk dikumpulkan dan didaur ulang menjadi material baru,” kata Achmad.
Sedangkan, lanjut Achmad, Noovoleum akan hadir di dua area, yakni tenant Komunitas Sarang Sua dan tenant Laka Laku. Pada tenant Sarang Sua, Noovoleum membuka booth edukasi dan showcase sistem penukaran minyak jelantah, memperkenalkan nilai ekonomi dari minyak goreng bekas kepada pengunjung.
Sedangkan di tenant Laka Laku, mereka menghadirkan sistem UCollect, yang memungkinkan pengunjung maupun tenant F&B untuk menukarkan minyak jelantah menjadi uang digital melalui sistem Noovoleum.
“Sebagai bentuk dukungan terhadap praktik pengelolaan limbah, Noovoleum juga memberikan jerigen gratis kepada tenant F&B yang berpotensi menghasilkan minyak bekas, sehingga minyak tersebut dapat dikumpulkan dan ditukar melalui sistem UCollect Noovoleum,” tuturnya.
Ia pun menjelaskan penukaran minyak melalui sistem Noovoleum dapat dilakukan menggunakan kode referal khusus Pasar Seni ITB 2025, yang akan dipublikasikan melalui kanal media sosial Noovoleum dan Pasar Seni ITB.
Baca Juga : Kejari Cimahi Tangkap Pria yang Janjikan Korban Lulus PNS Kejaksaan, Telah Terima Rp 200 Juta

Pengunjung yang ingin mengikuti keseruan Pasar Seni ITB 2025 diwajibkan membawa botol minum karena telah disediakan water station di berbagai titik area acara untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
“Sebanyak 11 dispenser air akan ditempatkan di seluruh area Pasar Seni ITB 2025, dan 5 di antaranya berlokasi di sekitar Sabuga.
Selama penyelenggaraan acara, setiap dispenser air akan diisi ulang secara berkala dengan total 1.000 galon air mineral,” kata Achmad.
Sementara itu Perwakilan Jubelo, Fahmi Abdul Aziz, mengungkapkan, pengelolaan sampah dalam jumlah besar seperti ini memang membutuhkan penanganan ekstra. “Selaku mitra, kami berkomitmen mendukung kelangsungan penyelenggaraan melalui kegiatan pengelolaan dan pemilahan sampah yang komprehensif dan berkelanjutan untuk didaur ulang,” ujarnya.
Jubelo memiliki peran melakukan Sweeping atau memungut sampah berserakan dan menjaga kebersihan event. Kemudian, Collecting atau mengangkut kantong sampah ke tempat pembuangan sampah (TPS), dan melakukan Pengangkutan Akhir dengan mengangkut sampah ke situs pengolahan sampah Jubelo di Podomoro Park dengan menggunakan engkel 2 ton.







