Cimahi – Fakta fakta Ahmad Dibacok Gerombolan Pria di Jalanan Cimahi. Ahmad Sahaludin dirawat di RSUD Cibabat, Kota Cimahi, setelah menjadi korban pembacokan yang terjadi pada Rabu malam. Insiden tersebut membuatnya harus mendapat penanganan medis intensif akibat luka serius.
Berikut fakta-faktanya:
1. Kronologi Kejadian: Diserang di Jalan
Pria berusia 30 tahun itu dibacok oleh sekelompok orang saat berjalan di Jalan Sukarasa, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. “Kami sudah terima laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap seorang warga Cimahi. Kejadiannya tadi malam, sekitar pukul 23.00 WIB,” kata Kepala Seksi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat, saat ditemui Kamis.
2. Penyerangan Mendadak dari Arah yang Sama
Saat berjalan di Jalan Sukarasa, korban dianiaya oleh terduga pelaku yang diperkirakan berjumlah enam orang dan menggunakan tiga sepeda motor. Setelah melancarkan aksinya, mereka kabur ke arah Jalan Ciawitali. “Terduga pelaku datang dari arah yang sama dengan korban. Mereka menganiaya korban menggunakan senjata tajam sehingga menimbulkan luka di kepala korban,” ujar Gofur.
Baca Juga : Salah Tangkap Pelaku Rudapaksa, Kanit Pidum Polres Ditahan 14 Hari, Ini Nasib Tiga Anak Buahnya

3. Korban Menerima Lima Jahitan
Akibat penganiayaan itu, kepala korban mengalami luka robek dan membutuhkan perawatan. Korban menerima lima jahitan di bagian kepala dan saat ini masih dalam perawatan intensif. Fakta-fakta Ahmad Dibacok Gerombolan Pria di Jalanan Cimahi. “Saat ini terduga pelaku masih dalam penyelidikan. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan,” ungkap Gofur.
Menurut kesaksian korban, pelaku sempat mengejarnya. Namun korban berhasil bersembunyi di salah satu rumah warga hingga kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan. Fakta fakta Ahmad Dibacok. Ahmad menduga, penyerangan ini terjadi karena salah satu pelaku memiliki dendam lama terhadap dirinya. Ahmad bercerita sebelumnya ia dicurigai oleh pelaku sebagai cepu atau orang yang pernah melaporkan pelaku ke polisi.
Ahmad pun mengaku pernah bertengkar dengan pelaku sebelum peristiwa penyerangan terjadi. Bahkan Ahmad mengakui, dirinya pernah menikam salah satu pelaku karena diteriaki maling. “Dia itu nuduh saya cepu kak, saya tidak merasa. Jadi pernah ribut kami di atas jembatan Kertapati aku diteriakinya maling, terus saya lari dia lari. Terus saya tunggu lagi dia sendirian kutujah dulu tahun 2019, nah ini baru kejadian dia balas sekarang,” tuturnya, dikutip dari TribunSumsel. “Mungkin dia nunggu saya lengah karena ini mau nikah dan tidak bawa apa-apa, makanya dia balas dendam ke saya,” katanya.
Setelah dilarikan ke rumah sakit, Ahmad Anda harus menjalani perawatan akibat luka bacok yang dideritanya. Ahmad dinikahkan dengan pengantin wanita bernama Farida Aryani, oleh penghulu dari KUA setempat. Ijab kabul tersebut dilakukan di hadapan keluarga kedua belah pihak. Kabar ini dibenarkan salah satu keluarga yang ditemui di rumah mempelai wanita. “Iya sudah (ijab qabul) dinikahkan di rumah sakit, sudah tercatat di KUA. Untuk acara tadi makan-makan untuk tamu tetap berjalan,” ujar sumber tersebut. Ahmad kemudian dirujuk ke rumah sakit umum pusat, Muhammad Hoesin untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.







