Cimahi – Jalin Sinergitas dengan Polres Cimahi, Sri Dewi Gelar Diskusi Perkuat Sistem Ketahanan Pangan di KBB. Anggota Komisi 2 DPRD Jawa Barat (Jabar) Sri Dewi Anggraini menjalin sinergitas dengan Polres Cimahi untuk memperkuat sistem ketahanan pangan khususnya untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Dalam pertemuan di Kantor Polres Cimahi, Sri Dewi berdiskusi langsung dengan Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra yang didampingi langsung oleh pejabat utama di lingkungan Polres Cimahi.
“Dalam rangkaian silaturahmi dan diskusi dengan jajaran Polres Cimahi, kami menyoroti pentingnya kolaborasi dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan petani di Bandung Barat,” kata Sri Dewi, Kamis (4/12/2025).
Diskusi itu turut mengungkap peran penting pihak kepolisian dalam mengawasi distribusi komoditas pangan strategis seperti beras SPHP dan jagung, serta kerja sama dengan pihak swasta dalam pengawasan lapangan. “Salah satu isu utama yang mencuat ialah kebutuhan mendesak mesin pengering jagung bagi petani Bandung Barat, mengingat hingga kini daerah tersebut belum memiliki fasilitas pengeringan pascapanen. Solusi berupa mesin pengering mobile menjadi opsi yang tengah didorong bersama,” jelasnya.
Baca Juga : GPM 6.500 Paket Sembako Dayeuh, Upaya Ayi Sahrul Hamzah dan Bapanas Jaga Harga Pangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Jalin-Sinergitas-dengan-Polres-Cimahi-Anggota-DPRD-Jabar-Sri-Dewi-Gelar-Diskusi.jpg)
Sebagai Anggota Komisi 2 DPRD Jawa Barat, yang membidangi pertanian, perkebunan, peternakan, dan ketahanan pangan, Sri Dewi Anggraini menegaskan bahwa isu ini sangat relevan dengan tugas dan komitmen yang ia emban. “Ketahanan pangan adalah fondasi kesejahteraan masyarakat. Sebagai anggota Komisi 2, saya siap mendorong pemenuhan kebutuhan petani, termasuk sarana pascapanen seperti mesin pengering jagung yang sangat dibutuhkan di Bandung Barat,” tegasnya.
Dia menambahkan bahwa, pengawasan yang dilakukan Polres Cimahi terhadap distribusi pangan strategis harus diperkuat dalam kerangka kolaborasi lintas sektor untuk mencegah spekulasi dan gangguan pasokan. “Peran kepolisian dalam menjaga distribusi beras SPHP dan jagung sangat krusial. Sinergi antara legislatif dan kepolisian perlu diperkuat agar stabilitas pangan tetap terjaga dan petani dapat merasakan manfaat nyata,” tandasnya.
Sementara itu, Kapolres Cimahi Niko N Adi Putra merespons positif komitmen tersebut dan menegaskan bahwa Polres Cimahi mendukung langkah strategis yang memperkuat ketahanan pangan di wilayah hukum mereka. Pertemuan ini menegaskan pentingnya kerja sama antara DPRD, kepolisian, pemerintah daerah, dan para pelaku pertanian untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan bagi masyarakat khususnya di wilayah Bandung Barat.







