Cimahi – Pemkot Cimahi Dukung KRL Bandung Raya, Harap Jadi Solusi Urai Kemacetan dan Mobilitas Warga. Pemkot Cimahi mendukung rencana elektrifikasi jalur kereta Padalarang-Cicalengka yang ditargetkan selesai pada 2027 mendatang.
Hal itu dapat menambah pilihan moda transportasi umum untuk mendukung kegiatan mobilitas masyarakat lebih efektif dan efisien. Proyek elektrifikasi jalur kereta Padalarang-Cicalengka termasuk bagian dari MoU antara Kemenhub dengan Pemprov Jabar sebagai bagian dari upaya modernisasi transportasi publik di Jawa Barat. Beberapa daerah yang akan dilintasi KRL meliputi Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung sejauh 42 kilometer. Elektrifikasi jalur kereta api Padalarang-Cicalengka masuk dalam masterplan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) hingga tahun 2030.
Saat ini jalur tersebut masih aktif beroperasi dan dilayani Kereta Api Commuter Bandung Raya. Kepala Dinas Perhubungan Kota Cimahi Endang mengatakan, Pemkot Cimahi belum menerima informasi resmi terkait KRL Bandung Raya rute Padalarang-Cicalengka yang melintasi Kota Cimahi. “Belum ada sejauh ini informasi atau undangan rapat pembahasan terkait hal itu. Meski demikian, Pemkot Cimahi sangat mendukung penuh adanya penambahan moda transportasi massal jalur Padalarang-Cicalengka yang akan melintasi Kota Cimahi,” katanya, Kamis (3/12/2025).
Baca Juga : Penampakan Gembong Narkoba Internasional Dewi Astutik Saat Tiba di Tanah Air

Kehadiran KRT Bandung Raya merupakan komitmen memperkuat layanan transportasi kereta api meliputi peningkatan kualitas layanan kereta, pembangunan dan pengembangan infrastruktur, penataan stasiun, hingga penyediaan layanan kereta yang mendukung aktivitas petani, pedagang, sektor pariwisata, serta mobilitas masyarakat umum. Endang menyatakan, kehadiran KRL Bandung Raya rute Padalarang-Cicalengka akan menambah alternatif moda transportasi umum bagi masyarakat yang akan membutuhkan mobilitas lebih cepat, ramah lingkungan, dan berbiaya terjangkau.
“Dampaknya untuk Kota Cimahi tentu masyarakat jadi ada pilihan alternatif moda transportasi umum untuk melakukan mobilitas. Mudah-mudahan dengan adanya peningkatan pelayanan dengan elektrifikasi kereta api maka permasalahan waktu, kenyamanan dan keselamatan masyarakat bisa lebih meningkat,” ucapnya. Dengan terhubungnya akses antar daerah dengan kehadiran moda transportasi yang murah dan ramah lingkungan, lanjut Endang, masyarakat diharapkan perlahan dapat bergeser dari penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi umum menggunakan kereta api.
Bukan hanya lebih efisien soal waktu, tapi juga bisa membantu mengurai kemacetan di Kota Cimahi. “Mudah-mudahan dengan peningkatan pelayanan antusias masyarakat untuk menggunakan kendaraan umum massal seperti kereta api bisa meningkat,” katanya. “Sehingga bisa mengurangi jumlah kendaaraan pribadi yang selama ini berkontribusi terhadap kepadatan dan kemacetan di Kota Cimahi,” tuturnya mengakhiri.







